Sebagai bagian dari rangkaian 16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN, Harian Kompas kembali menghadirkan CEO Insight — forum diskusi terbuka yang mempertemukan para pemimpin korporasi, regulator, dan akademisi untuk menyatukan pandangan strategis menuju visi Indonesia Maju.
Diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025), forum ini mengusung tema “Indonesia’s Changemakers: Satu Langkah Menuju Indonesia Maju.” Sebagai jembatan menuju Main Forum Kompas100 CEO Forum, CEO Insight menjadi wadah refleksi bersama atas hasil rangkaian diskusi mendalam di CEO Connect, yang telah membahas empat pilar utama pembangunan: transisi energi dan konsistensi kebijakan; pendidikan, inovasi, dan bonus demografi; hilirisasi industri; Waste to Energy.
Forum ini dibuka dengan keynote speech oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Menurutnya, akselerasi transformasi ekonomi Indonesia membutuhkan kolaborasi konkret lintas sektor untuk memperkuat daya tahan industri, memperluas lapangan kerja, dan memastikan transisi menuju ekonomi hijau berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional.
“Pemerintah terus mendorong hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi sebagai tiga mesin utama pertumbuhan baru ekonomi Indonesia. Sinergi dengan sektor swasta menjadi kunci untuk memastikan seluruh program ini berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Airlangga.
Sesi selanjutnya, Bincang Menteri bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, membahas strategi sinergi dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari energi, keuangan, industri, hingga hilirisasi agar seluruh potensi tersebut bergerak dalam satu visi yakni mewujudkan Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.
Budi menekankan, kebijakan perdagangan harus mampu menjembatani transformasi industri di hulu dan kebutuhan pasar global di hilir agar pertumbuhan ekonomi nasional berjalan inklusif dan adaptif terhadap tuntutan keberlanjutan.
“Dalam konteks hilirisasi dan industrialisasi, arah kebijakan perdagangan difokuskan untuk memastikan produk Indonesia memiliki nilai tambah yang berkelanjutan, tidak hanya di pasar domestik, tapi juga di pasar global,” ujar Budi.
Ia melanjutkan bahwa dunia usaha harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekspor produk bernilai tambah.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat manufaktur dan perdagangan kawasan, asalkan kita mampu mengelola investasi, inovasi, dan tenaga kerja terampil secara terarah. Kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya.
Diskusi utama kemudian menghadirkan empat pemimpin dari sektor energi, perbankan, investasi, dan pertambangan yang memberikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan nasional menuju Indonesia maju.
Dari sektor energi, Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa transisi energi hijau harus ditempatkan sebagai katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai tulang punggung energi Indonesia, PLN berperan tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif.
Selain itu, ia juga menekankan kolaborasi sebagai kunci agar proyek-proyek transisi energi dapat memberikan multiplier effect yang luas, baik bagi industri besar maupun masyarakat.
“PLN kini terus membuka ruang kemitraan strategis dengan sektor swasta dan lembaga keuangan untuk mempercepat agenda ekonomi hijau Indonesia,” kata Bernadus.
Dari sektor keuangan, CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE, menyoroti pentingnya peran lembaga keuangan dalam memastikan arus investasi global sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, pembiayaan berkelanjutan adalah salah satu pilar yang menjaga daya saing ekonomi nasional di tengah perubahan lanskap investasi global.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor antara lembaga keuangan, korporasi, dan regulator menjadi krusial untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap agenda transisi hijau Indonesia.
“Sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan kini menunjukkan kesiapan paling tinggi untuk menjadi lokomotif pembiayaan hijau,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Managing Partner Skystar Capital Abraham Hidayat juga menjelaskan pentingnya pengembangan inovasi dan teknologi di Indonesia dalam memperkuat fondasi kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, modal ventura memiliki peran vital dalam menjembatani inovasi dan kebutuhan pembiayaan di sektor-sektor bernilai tambah seperti teknologi konsumen, pendidikan, logistik, hingga ekonomi keberlanjutan.
“Pendanaan yang tepat sasaran tidak hanya mendorong pertumbuhan start up, tetapi juga memperkuat rantai nilai nasional agar lebih adaptif terhadap perubahan global. Kami percaya, investasi pada sektor inovatif akan menjadi motor penggerak ekonomi baru Indonesia,” ujar Abraham.
Dari sektor pertambangan, Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara sekaligus Ketua Indonesia Mining Association Rachmat Makassau menegaskan bahwa hilirisasi mineral merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Menurutnya, pengelolaan mineral seperti tembaga tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki peran vital dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan infrastruktur masa depan.
“Hilirisasi tembaga akan menjadi fondasi penting dalam membangun rantai nilai industri berdaya saing global. Setiap tahapnya, dari penambangan hingga pengolahan, harus dirancang agar memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Rachmat.
Sebagai bagian dari rangkaian 16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN, forum CEO Insight ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Melalui pandangan strategis dari para pemimpin lintas industri, diskusi ini memperlihatkan bahwa akselerasi menuju Indonesia Maju hanya dapat terwujud melalui sinergi berkelanjutan antara energi hijau, investasi cerdas, penguatan talenta, dan tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kompas100 CEO Forum, kunjungi: kompas100.kompas.id atau media sosial melalui akun @kompas100ceoforum dan tagar #Kompas100CEOForum
16th Kompas100 CEO Forum 2025 powered by PLN diselengarakan oleh Harian Kompas didukung oleh PT PLN (Persero), dan didukung oleh Boston Consulting Group Indonesia, Standard Chartered Indonesia, Skystar Capital, dan Plataran Indonesia.
Sumber: Harian Kompas & Kompas.id